Beranda Berita Kilas Nusantara Mengatasi ketimpangan sosial, Pemerintah kurang sosialisasi

Mengatasi ketimpangan sosial, Pemerintah kurang sosialisasi

1309
1
BERBAGI
Konferensi pers peluncuran hasil survei barometer sosial 2015 dengan narasumber Hamong Santoso (INFID), Bagus Yakin (UI), Alfindra Primaldhi (UI) warung daun cikini (25/4/15)foto Hardiguntas/csrindonesia

Jakarta, CSR Indonesia – Dalam peluncuran hasil survei barometer sosial 2015, para narasumber secara ilmiah menyampaikan bahwa program sosial pemerintah masih belum maksimal pelaksanaannya.

Terkait penemuan masalahnya, Bagus Takwin mengatakan (25/04/2015), “Problemnya sebenarnya program sosialnya sudah ada namun tidak berjalan dengan baik. Jika ini dijalankan dengan baik persepsi masyarakat pasti akan meningkat.”

Menyambut pernyataan tersebut, Hamong Santoso mengatakan (25/04/2015), “Kalau ditanya, sumber utama ketimpangan sosial adalah penghasilan. Dan juga hal tersebut belum bisa diselesaikan melalui bantuan-bantuan sosial.” Ia menambahkan, “Misalnya menurut masyarakat bantuan sosial tidak betul-betul dirasakan karena kurangnya sosialisasinya.” (HAG)

1 KOMENTAR

  1. Dear Maulana,Tidak mudah untuk mendapatkan jinrag kabut atau mist net di Indonesia. Banyak prosedur yang harus dijalani, meskipun penelitian Anda menjaga kelestarian burung, namun penggunaan jinrag kabut yang tidak sesuai prosedur justru membuat keselamatan burung tidak tertangani. Di Indonesia, sedang dibangun Indonesia Bird Banding Scheme (IBBS)dan sudah melakukan pelatihan dengan orang-orang yang mewakili daerah di Indonesia, tidak terkecuali Kalimantan. Anda bisa menghubungi ibbs : mengenai hal ini. Kemungkinan Anda akan didampingi, tidak melakukan sendiri, dikarenakan perlu pelatihan dengan waktu yang cukup lama. Untuk artikel mengenai pencincinan burung, bisa dibaca dibagian artikel untuk menambah pengalaman Anda. Terimakasih sudah menghubungi kami dan sukses selalu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here