Kembalinya Tongkat Pusaka Diponegoro ke Tanah Air

Kembalinya Tongkat Pusaka Diponegoro ke Tanah Air

1713
0
SHARE
kompas.com

Jakarta, CSR Indonesia – Seluruh pengunjung di Galeri Nasional kamis malam, 5 Januari 2015 menjadi saksi bahwa sejarah Indonesia memiliki daya tarik bagi negara-negara lainnya untuk diteliti dan dipelajari. Pangeran Diponegoro salah satu bukti bahwa Indonesia mempunyai sosok pahlawan yang dapat mencuri perhatian banyak khalayak umum, seperti Dr. Werner Kraus, Jim Supangkat, Dr. Peter Carey, dan Michael Bault yang merupakan warga Negara Belanda.

Pameran ini  dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda-beda terhadap Pangeran Diponegoro. Lukisan Raden Saleh yang baru saja direstorasi, berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro”menjadi sorotan dari pameran ini, dokumentasi foto dan video yang berada di gedung B Galeri Nasional Indonesia dan ruangan pusaka yang menampilkan benda peninggalan Pangeran Diponegoro, salah satunya Tongkat Kyai Cokro dan Keris milik Pangeran Diponegoro yang selama ini berada di Belanda usai penangkapan Pangeran Diponegoro oleh pasukan Belanda.

Tongkat tersebut diserahkan langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, tongkat tersebut sudah berada di Belanda sekitar 183 tahun. Usai meletakan tongkat tersebut, Menteri Anies berujar kepada para rekan media jika beliau sangat senang bahwa benda-benda pusaka tersebut bisa kembali ke tempat asalnya, yakni Indonesia.

“Setelah 183 tahun, tongkat milik Pangeran Diponegoro ini kembali lagi ke Indonesia,” ucap Menteri Anies.

Bault juga mengatakan bahwa beliau sangat senang bisa mengembalikan kembali benda-benda pusaka tersebut ke tempat semula. “Keputusan ini benar, memang sudah seharusnya tongkat pusaka dikembalikan ke tempat asalnya,” ujar Bauld.

Pameran ini ditujukan kepada masyarakat Indonesia atau umum untuk mengenang Pangeran Diponegoro atau mungkin mengenal siapa itu Pangeran Diponegoro untuk generasi muda. Karena pada pameran ini, informasi tentang pangeran Diponegoro bisa terbilang cukup lengkap, dan untuk waktu pamerannya akan berlangsung sejak tanggal 6 Februari hingga 8 Maret 2015 pukul 10.00-19.00 WIB. (WAW|STM)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY